Jumat, 24 Juni 2011

hati-hati parkir dan makan nasgor di prj

Jika Anda mengunjungi Jakarta Fair 2011, berhati-hatilah mencari tempat parkir, terutama untuk mobil. Sedapat mungkin carilah tempat parkir di dalam arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran. Walaupun keamanan kendaraan terjamin, biaya parkir dipungut sesuai keinginan tukang parkir.

Hal ini terlihat jelas dalam kejadian di Jalan Menara Angkasa Raya, jalan tempat gerbang-gerbang utama menuju ke arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), Kamis (16/6/2011).

"Walah, kayak garong," teriak seorang pengendara mobil sambil melarikan mobil secepatnya. Teriakan itu ditujukannya kepada dua petugas parkir berompi hijau yang sebelumnya terlihat menghadang jalan keluar mobilnya.

Keributan di Pintu 7 PRJ itu berawal saat petugas parkir meminta ongkos parkir sebesar Rp 50.000 kepada si pemilik mobil. Namun, si pengemudi menolak karena tagihan tersebut menurutnya tidak masuk di akal.

"Parkiran di dalam (PRJ) saja cuma Rp 15.000. Masa di sini lebih dari tiga kali lipat?" ujar sang pengemudi dengan nada tinggi. Ia lantas memberikan uang Rp 20.000 dan mencoba menjalankan mobilnya. Namun, seorang petugas parkir lain datang membantu temannya dengan menghadang jalan keluar mobil tersebut.


Beberapa teman mereka yang berpakaian seragam organisasi massa tertentu tampak ikut mendekat. Si pengemudi sempat bersikeras menolak, tetapi wanita yang duduk di sisinya terlihat memaksanya untuk memberikan jumlah uang yang diminta.

Ia pun kemudian menyerahkan selembar uang Rp 50.000 dan petugas parkir memberikan kepadanya kesempatan untuk keluar. Saat itulah umpatan di atas diteriakkan si pengemudi.

Salah seorang petugas parkir di dekat Pintu 7 membenarkan besarnya jumlah pungutan tersebut untuk tiap mobil. "Sekitar itu (Rp 50.000) satu mobil," katanya tanpa mau mengungkapkan identitasnya.

Saat ditanyai kenapa memungut biaya parkir sebesar itu, ia menjawab, "Parkiran dalam sudah penuh. Kalau mau cari parkiran yang lebih jauh, silakan saja. Kalau mau di sini, ya harus dibayar segitu!"

Seorang pedagang makanan yang berjualan di dekat lokasi keributan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala. "Begitulah kelakuan mereka sekarang. Kalau mau aman, dikasih aja apa yang diminta," katanya.

Ia menceritakan, para pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Menara Angkasa Raya dipungut ongkos sewa lokasi masing-masing sebesar Rp 4 juta. Yang berada di sekitar gerbang malah dimintai setoran Rp 12 juta.

"Katanya sih pemimpinnya baru, jadi harga sewa ikut baru," tuturnya. Tahun lalu, setoran para pedagang makanan masih sebesar Rp 1,6 juta. Demikian ungkap seorang ibu yang berdagang soto ayam di lokasi tersebut. "Kalau ada orang media yang makan di sini akan saya ceritain biar diberitakan. Kami enggak mungkin dapat keuntungan kalau pungutannya segitu," katanya.

1 lg gan

Originally Posted by niclaij View Post
sebenernya bukan cuma parkir aja gan. kemaren temen ane juga ada tuh yang makan di luaran PRJ, dy makan bedua sama cewe nya, pesen nasi goreng 2 piring, sama es teh tawar 2 gelas. udah selesai makan, pas mau bayar, ditagih sama penjualnya 700rebu rupiah . nah temen ane ga mau bayar kan (walopun punya duit sih emang), wong nasi goreng 2piring+es teh 2 gelas 700rebu, siapa yang mau bayar. trus si ibu2 penjual nasgor ini manggil remaja2 FB*R , langsung deh tuh temen ane dimaki2, terus diancem suruh bayar. kalo ga bayar mau digebukin rame2 sama mereka. akhirnya dengan sangat terpaksa dy bayar deh tuh 700rb.

ini info aja buat para kaskuser, dan ane sih berharap yang begini2an bisa segera ditertibkan, kalo ga bisa kacau PRJ tiap taunnya.
sekian gan

sumber by http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9281162
dan kompas.com



2 comments :

  1. gileee ajee nasi goreng 2 es teh tawar 2 kena 700rb b-( mana peke preman lagi malaknya. gimana nih bang kumis, event 1 tahun sekali ko ga ditata yg rapih

    BalasHapus
  2. wah parah bener ya, untung saya gak punya mobil.
    :))

    BalasHapus